Posts

Showing posts from September, 2018

Bulan

Sebut saja Mawar. Klise. Orang-orang sudah terlalu sering menggunakan umpama seperti itu. Lalu, apalagi yang dapat kau tawarkan, hai kawan? Kalau begitu, sebut saja dia Bulan. Bulan anggun sekali kala itu. Sejak pertama kali kulihat dia dalam basa-basi omong kosong pagi hari, setahun yang lalu. Perawakan dan pakaiannya putih bersih. Ia terlihat buru-buru. Baru saja ingin  kutangkap momen itu. Sayang, ia pergi lebih dulu. Bersama kawan-kawannya. Meninggalkan kami di atas salah satu gedung pengiriman tertua di Kota Kembang. Dago Pakar. Sore itu terasa dingin sekali. Senja yang perlahan menampakan dirinya menyelimuti kami. Aku dan yang lainnya bermain kartu. Tak lama, muncul Bulan dan kawannya. Gugup. Sudah pasti bukan? Aku beramah-tamah padanya, pada teman-temannya. Sungguh bahagia diriku kala itu Berselang satu bulan, semua berubah. Aku tak lagi dekat dengan kawanku. Tapi Bulan tetap seperti dulu. Saat itu, aku belum tau, bahwa Bulan dimiliki seseorang, jauh sebelum ak...