Posts

Showing posts from July, 2019

Karma

Seorang gadis pernah berkata "Selama belum terikat, sikat saja" Oh begitu, pikirmu Dengar dan renungkan ini, hai Gadis Tak tahukah dirimu akan sebuah buah Buah yang tak memiliki pohon, tapi terus tumbuh Sebagaimana semesta ini berawal dan berakhir Begitu pula buah ini Ia akan tumbuh sebagaimana suatu insan Selama insan itu hidup, maka buah itu kan tumbuh Entah kapan buah itu kan dipetik Tapi petikannya itu mutlak tak terhindarkan Ya.. Buah karma namanya Hai, Gadis Ketahuilah Bahwasanya ketika kau memikirkan hal itu Suatu saat nanti, hal itu kan berbalik padamu Kuasailah hatimu, jinakkanlah nafsumu Harga dirimu yang suci itu pun memberontak, bukan? Mengetahui bahwasanya belenggu dosa itu mencoba muncumbuimu Nafsu kepemilikan tiada henti Berangsur-angsur kau sadar Namun semua sudah terlambat Kau sudah menyikatnya, Nona Dan kini sang buah siap dipetik Menjawab segala tindak-tanduk Yang kau coba sembunyikan itu

Takut

Takut Banyak yang takut akan hal-hal sepele Takut tidak punya uang Kehilangan teman Atau sekadar kegagalan Tidak teman, tidak apa Biarlah mereka bilang ini sepele Buatku, rasa takutmu itu lumrah Akupun takut pada diriku Yang lemah dan kian membusuk Tak ranum namun merona Yang tahu batasan diri, tingginya mimpi Tahu bahwa saat ini tak teraih Pun nanti saat aku t'lah dewasa Aku laki-laki Tapi tak tahu jati diri Sesungguhnya malu akan diri ini Sudah kehilangan tujuan pun ambisi Kini akupun tak tahu harus apa Tiap hari kulalui dengan senandung-senandung indah Menghibur diri Tak bisa kabur dari dunia korup nan rusak ini Salahkah aku seperti ini? Atau salah orang tua ku? Salah siapa ini? Salah Ia yang menciptakanku? Salah dunia ini? Atau kau hanya mampu berkata, Bahwasanya aku tak bersyukur Sama seperti para hipokrit di luar sana, di sekitarku Hahaha begitu tawa mereka Sungguh, aku bertanya-tanya Mungkinkah... Kematian jauh lebih baik dari i...

Habis

Berkat sudah habis Sang pemegang kendali tak ragu lagi Sudah tertutup, entah rapat atau renggang Pintu diri, pintu penguasaan diri Kans kami yang terperangkap Dalam pongahnya harga diri ini Dalam gelora yang sungguh, penuh keangkuhan Dalam masa depan yang penuh pengharapan Kemenangan yang dinanti tak pernah datang Sebab dusta yang bersarang di hati ini takkan membiarkanku Dua dekade aku hidup Tahu bahwa perlahan-lahan Ia datang Melumatku yang diam tak berdaya Tersenyum dan mengikutiku Sembari hatinya yang kian mekar itu menusukku Kebanggaannya pun pasti kan runtuh sepertiku Entah kapan Entah.. Mungkin sampai ajal datang Sampai maut menjemput Sampai pada akhirnya waktu menjawab Keputusasaan tiada akhir ini