Sabarku
Sabar adalah kunci Yang meraba diri Ketika luapan emosi meledak Tak tahu harus kemana Tak tahu jalan pulang Waktu adalah jawaban Yang senantiasa menunggu di ujung perjalanan Pertanyaanku selama ini Terjawab sudah Waktunya sudah tiba Ketika diriku terpoles Mengetahui kebenaran Sudah tak ada keraguan Aku kini sudah kembali Menuju lima tahun lampaunya Atau delapan Atau mungkin empat belas Atau mungkin enam belas Jika belum Ya tunggu saja Kuperlihatkan padamu wahai kekasih Jiwa Untuk apa Kita ada disini Kobaran semangatku pula Telat baranya yang semakin memanas Kian berkobar penuh debaran Mungkin di masa ini kita belum bisa bertemu Mungkin eksistensiku saat ini Ada untuk membayar masa lalu Tapi diriku di masa depan tidak Sebab Aku tahu Ada waktunya Kita bersama Nanti... Saat Kita sudah bukan Kita lagi