Posts

Showing posts from August, 2019

Sabarku

Sabar adalah kunci Yang meraba diri Ketika luapan emosi meledak Tak tahu  harus kemana Tak tahu jalan pulang Waktu adalah jawaban Yang senantiasa menunggu di ujung perjalanan Pertanyaanku selama ini Terjawab sudah Waktunya sudah tiba Ketika diriku terpoles  Mengetahui kebenaran Sudah tak ada keraguan Aku kini sudah kembali Menuju lima tahun lampaunya Atau delapan Atau mungkin empat belas Atau mungkin enam belas Jika belum Ya tunggu saja Kuperlihatkan padamu wahai kekasih Jiwa Untuk apa Kita ada disini Kobaran semangatku pula Telat baranya yang semakin memanas Kian berkobar penuh debaran Mungkin di masa ini kita belum bisa bertemu Mungkin eksistensiku saat ini Ada untuk membayar masa lalu Tapi diriku di masa depan tidak Sebab Aku tahu Ada waktunya Kita bersama Nanti... Saat Kita sudah bukan Kita lagi

Jiwa

Sebenarnya.. Siapa kita? Siapakah aku ini yang menjejakan kaki disini Siapakah engkau ini pula Yang melambaikan jemari Dan membuatku memikirkan dikau?  Hai Jiwaku Pecahan Ilahi Rekan dari sekumpulan Jiwa yang rapuh Berdamailah Maafkanlah kelemahanmu Sebab tak ada yang dapat disalahkan Tidak orangtuamu Tidak pula Tuhanmu Sebab hadirmu di jasad ini Pasti ada alasannya bukan? Gelisahku tak dapat dibendung Kekecewaanku pun begitu Tidak pula dengan kemarahanku Salam, Hai Jiwa-Jiwa yang rapuh  Kita semua terikat oleh satu benang Benang merah merona Merah Ilahi Karenanya, simpanlah gelisahmu itu Kekecewaanmu itu, kemarahanmu itu Biarkan Jiwa rapuhmu hancur Dan ketika waktunya nanti, biarkan sang Jiwa itu tumbuh Pada saatnyalah.. Kau tahu bahwa kau tidak pernah salah Tuhan Ilahi Suci Atau Gusti Atau Semesta Atau Energi Murni Atau Cahaya Hati Atau Ia yang bersemayam pada segala makhluk hidup Perbolehkanlah Aku kembali pad...