Habis

Berkat sudah habis
Sang pemegang kendali tak ragu lagi
Sudah tertutup, entah rapat atau renggang
Pintu diri, pintu penguasaan diri
Kans kami yang terperangkap
Dalam pongahnya harga diri ini
Dalam gelora yang sungguh, penuh keangkuhan
Dalam masa depan yang penuh pengharapan
Kemenangan yang dinanti tak pernah datang
Sebab dusta yang bersarang di hati ini takkan membiarkanku
Dua dekade aku hidup
Tahu bahwa perlahan-lahan Ia datang
Melumatku yang diam tak berdaya
Tersenyum dan mengikutiku
Sembari hatinya yang kian mekar itu menusukku
Kebanggaannya pun pasti kan runtuh sepertiku
Entah kapan
Entah..
Mungkin sampai ajal datang
Sampai maut menjemput
Sampai pada akhirnya waktu menjawab
Keputusasaan tiada akhir ini

Comments

Popular posts from this blog

Bohong

Kelam

Karma