Jiwa
Sebenarnya..
Siapa kita?
Siapakah aku ini yang menjejakan kaki disini
Siapakah engkau ini pula
Yang melambaikan jemari
Dan membuatku memikirkan dikau?
Siapa kita?
Siapakah aku ini yang menjejakan kaki disini
Siapakah engkau ini pula
Yang melambaikan jemari
Dan membuatku memikirkan dikau?
Hai Jiwaku
Pecahan Ilahi
Rekan dari sekumpulan Jiwa yang rapuh
Berdamailah
Maafkanlah kelemahanmu
Sebab tak ada yang dapat disalahkan
Tidak orangtuamu
Tidak pula Tuhanmu
Sebab hadirmu di jasad ini
Pasti ada alasannya bukan?
Gelisahku tak dapat dibendung
Kekecewaanku pun begitu
Tidak pula dengan kemarahanku
Salam, Hai Jiwa-Jiwa yang rapuh
Kita semua terikat oleh satu benang
Benang merah merona
Merah Ilahi
Karenanya, simpanlah gelisahmu itu
Kekecewaanmu itu, kemarahanmu itu
Biarkan Jiwa rapuhmu hancur
Dan ketika waktunya nanti, biarkan sang Jiwa itu tumbuh
Pada saatnyalah..
Kau tahu bahwa kau tidak pernah salah
Tuhan
Ilahi Suci
Atau Gusti
Atau Semesta
Atau Energi Murni
Atau Cahaya Hati
Atau Ia yang bersemayam pada segala makhluk hidup
Perbolehkanlah Aku kembali pada-Mu suatu hari nanti
Perbolehkanlah Aku kembali pada-Mu suatu hari nanti
Keluar dari siklus abadi, siklus keterikatan
Bebankanlah segala piutangku selama Aku masih ada
Sebagai Nara, bukan yang lain
Agar saat jasad ini kehabisan waktu
Nara adalah wujudku yang terakhir
Yang kembali kepadamu, tanpa penyesalan
Pun tanpa keraguan
Comments
Post a Comment